Pj. Bupati Landak Buka Aksi 7 Pengukuran Publikasi Stunting Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM

SOROT POST РLandak, Pj. Bupati Landak Samuel, SE, M.Si membuka Aksi 7 Pengukuran Publikasi Stunting Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM Tingkat Kabupaten Landak, di Aula Kecil Kantor Bupati Landak. Kamis (8/12/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum Sekda Landak Theresia Limawardani, Kepala Kemenag Kabupaten Landak, para Kepala OPD di Lingkungan Pemda Kabupaten Landak, Ketua TP PKK, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Landak, para Tenaga Gizi Puskesmas, dan para undangan terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Samuel menyampaikan stunting menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius sehingga butuh penanganan. Gizi anak balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius sehingga perlu penanganan, salah satunya adalah masalah stunting (pendek).

“Terkait penurunan angka stunting tingkat nasional, tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten. Telah terjadi penurunan angka stunting balita di Indonesia (24,4%), di Kalimantan Barat (29,8%) dan sementara di Kabupaten Landak (27,8%),” ujar Samuel.

Lebih lanjut, Samuel menuturkan bahwa pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya pemerintah untuk memperoleh prevalensi stunting terkini dan hasil pengukuran serta publikasi tersebut digunakan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam pencegahan dan penurunan stunting.

“Pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya pemerintah kabupaten/kota untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan desa. Hasil pengukuran tinggi badan anak balita serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan penurunan stunting,” Tutur Samuel.

Tidak lupa, Samuel mengingatkan waktu ideal pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita di posyandu dilakukan rutin setiap satu bulan sekali, namun juga dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 66 Tahun 2014.

“Idealnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita di posyandu dilakukan rutin setiap satu bulan sekali oleh tenaga kesehatan dibantu oleh kader posyandu dan KPM. Namun untuk pengukuran panjang badan bayi dan baduta (0-23 bulan) atau tinggi badan balita (24-59 bulan) dapat dilakukan minimal tiga bulan sekali sesuai ketentuan yang tertera pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 66 Tahun 2014,” tutup Samuel. (yohanes)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *